Budaya Jawa Terus Ditinggalkan Banyak Orang Membuat Pelaku Seni Jaranan di Babakan Lumajang Prihatin
- Dec 28, 2024
- Rusdyansyah
- Publik, Pemuda
Babakan Maju - Budaya Jawa merupakan cara hidup yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Cara hidup sederhana namun mengandung banyak arti itu, terus tergeser dan semakin ditinggalkan.
Mirisnya lagi, itu terjadi hampir di semua daerah termasuk di Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.
Ayoo..! Ngopi Bareng KIM Babakan Maju Jelang Akhir Tahun 2024
Sirojul, salahsatu pelaku seni jaranan asal Dusun Krajan menyampaikan, cara hidup orang Jawa sebenarnya sangat sederhana.
Namun semakin sederhana justru semakin sulit dipahami mayoritas masyarakat. Sehingga tidak heran jika banyak yang menyepelekan atau bahkan meninggalkan warisan budaya adiluhung itu.
"Sederhana sekali, tapi orang Jawa juga menggunakan rasa dengan memperhatikan keseimbangan alam. Jika dinilai dengan logikan jelas akan sulit dimengerti," ucap Rojul kepada Babakan Maju, Jum'at (27/12/2024).
Sederhananya, orang sekarang ketika sakit perut atau tidak bisa buang angin akan langsung ke dokter. Padahal orang Jawa dulu, cukup makan rebusan biji nangka atau beton.
Membangun Konektivitas: Sinergitas Antar KIM untuk Pengembangan Sosial dan Ekonomi
Bisa juga menggunakan tanaman kesimbukan, yang tumbuh merambat di pagar. Cukup dililitkan ke perut, keluhan sakit itu akan hilang dengan sendirinya.
Jika dipikirkan kembali dengan logika, tentu akan sulit dicerna akal sehat kita. Lain halnya ketika kita menggunakan rasa dan keseimbangan, semua akan jadi gamblang.
"Untuk bisa memahami rasa dan keseimbangan, bisa lewat seni contohnya. Tetapi seni yang asli dari warisan budaya Jawa, akan jauh berbeda dengan seni pertunjukan jalanan, walau sekilas terlihat sama," jelasnya.
Bukan itu saja, masih banyak hal-hal sederhana lainnya yang mengandung folosofi luar biasa dari kehidupan orang Jawa.
"Bukan perkara mudah menularkan pemahaman akan rasa dan keseimbangan di era modern. Itu tantangan besar," tutupnya. (iki)
